Belakangan ini terdengar
munculnya Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG). Hah
apakah itu? Entahlah, pemerintah berulah lagi terhadap rakyatnya yang padahal
mereka tahu mayoritas muslim. Yang pasti aku menolak, karena cobalah kalian
runut baik-baik, jauh menyimpang dari syari'ah. -__-'
Karena justru banyak yang
mendukung, coba aku jelaskan sedikit deh.
Yah berikut beberapa
isinya,
Pasal 12
Dalam
perkawinan setiap orang berhak:
a.
memasuki jenjang perkawinan dan memilih istri atau suami secara bebas;
b.
memiliki relasi yang setara antara suami dan istri;
c.
atas peran yang sama sebagai orang tua dalam urusan yang berhubungan dengan
anak;
d.
menentukan secara bebas dan bertanggung jawab menentukan jumlah anak dan jarak
kelahiran;
e.
atas perwalian, pemeliharaan, pengawasaan, dan pengangkatan anak; dan
f.
atas pemilikan, perolehan, pengelolaan, pemanfaatan, pemindahtanganan beserta
pengadministrasian harta benda.
1. melindungi setiap orang dari segala bentuk
diskriminasi;
2. mewujudkan kehidupan berkeluarga,
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang setara dan adil.
3. menjamin terlaksananya upaya penghapusan
diskriminasi dalam bidang hukum, politik, sosial, ekonomi dan budaya;
4. membentuk peraturan perundang-undangan dalam
bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya untuk menjamin kesetaraan dan
keadilan gender.
5. menyusun tindakan khusus sementara untuk
mewujudkan kesamaan dalam memperoleh akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan antara perempuan dan laki-laki di
semua bidang kehidupan;
6. menyusun dan melaksanakan kebijakan yang
tepat untuk mengubah perilaku sosial dan budaya yang tidak mendukung kesetaraan
dan keadilan gender; dan
7. Memberikan jaminan terhadap status
kewarganegaraan perempuan agar tidak berubah secara otomatis sebagai akibat
dari perkawinan dengan orang asing.
Pasal
15
Setiap
warga negara berkewajiban untuk:
1. mencegah terjadinya kekerasan,
diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia;
2. memberikan informasi yang benar dan
bertanggung jawab kepada pihak yang berwenang jika mengetahui terjadinya
kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia;
3. melakukan upaya pelindungan korban
kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia;
4. menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan
keadilan gender kepada anak sejak usia dini dalam keluarga;
5. membangun relasi yang setara antara
perempuan dan laki-laki; dan
6. memenuhi tanggung jawab yang sama sebagai
orangtua dalam urusan yang berhubungan dengan anak.
Gila, mereka menginginkan posisi
kepala keluarga bisa dimiliki pada wanita? Wanita bisa seenaknya menuntut suaminya
jika ia tak mau mendengar perintah suaminya? Para perancang RUU ini mayoritas
muslim, lho. Apa benar-benar nggak sadar sudah menyimpang dari aturan Allah,
atau memang sengaja mereka mengabaikan kitab mereka sendiri? Ya sudahlah, makin
lama pemerintah itu memang semakin jauh saja dari kaidah Islam. Lha wong sistem
yang mereka buat aja udah nggak benar kok. :P
Anyway, mengenai RUU KKG
ini sebenarnya bagaimana awalnya sih, kok bisa tiba-tiba ada?
Wanita protes, merasa
terdiskriminasi? Merasa lebih rendah dari laki-laki??
Great, inilah yang
diinginkan oleh barat. Membuat wanita merasa terdiskriminasi dan meminta hak
yang lebih daripada fitrahnya. Inilah lanjutan dari Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination
Against Women (CEDAW). Gerakan demi gerakan feminisme telah dicanangkan oleh
barat, dan kini menyebar di seluruh dunia. Mereka ingin kita tertipu dengan
kata-kata 'penghilangan diskriminasi' pada wanita. Padahal jauh daripada itu,
inilah awal mula wanita menjadi lupa akan akan hakikatnya, mulai meminta lebih,
bahkan ingin menikahi sesamanya! w(*A*w) Na'udzubillaahi min dzalik.
Cobalah runut isinya,
kawan. RUU ini bisa mengobok-obok ranah keluarga! Dimana seorang ibu yang
seharusnya ada untuk anaknya? Banyak wanita yang telah lupa pada hakikatnya
sebagai wanita! Mereka memilih untuk menunda, bahkan untuk tidak memiliki anak,
karena lebih mengutamakan posisinya dalam hal lain.
Bisakah kalian bayangkan,
ketika seorang anak meminta untuk diberi makan, diberi arahan, dijawab segala
pertanyaannya, diberi perlindungan, apa yang sebenarnya ia butuhkan untuk
memenuhi semua itu? Hanya satu, ibu!
Sebenarnya apa yang mereka,
para wanita inginkan sih?
Ingin dihargai? Didengar
pendapatnya? Diberi hak pendidikan? Diberi hak politik? Disayang? (ce'ila~)
Well, check these out.
Sabda Rasulullah,
"Mukmin
yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara
mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dengan
istri-istrinya." (HR. Ahmad dan Tarmidzi)
Dari Muawiyah bin Haidatal
Qusyairi, "aku bertanya Rasulullah SAW, siapakah orang yang paling patut
aku berbuat baik? Rasulullah SAW menjawab : ibumu, kemudian aku bertanya lagi
siapa? Rasulullah menjawab : ibumu. Kemudian aku bertanya lagi siapa?
Rasulullah menjawab: ibumu, kemudian aku bertanya lagi siapa? Rasulullah
menjawab : bapakmu, kemudian orang yang paling hampir denganmu dan
seterusnya." (Hadis Riwayat at-Tirmizi)
See? Islam sangaat
memuliakan wanita.
Lalu apalagi? Menginginkan
hak untuk mengenyam pendidikan? Islam tidak menjadikan menuntut ilmu adalah
sebuah hak. Tetapi lebih daripada itu, menuntut ilmu merupakan kewajiban, dan
tidak hanya bagi laki-laki, namun juga perempuan.
"Mencari
ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat." (HR. Ibnu Abdil Bari)
Hak politik untuk wanita?
Diberikan kok, coba lihat ketika Umar bin Khattab menyampaikan khutbah di atas
mimbar, Umar menyampaikan bahwa Umar hendak membatasi mahar sebanyak 400
dirham, sebab nilai itulah yang dilakukan oleh Rasulullah, jika ada yang lebih
dari itu maka selebihnya dimasukkan ke dalam kas negara. Hal ini diprotes
langsung oleh seorang wanita, di depan orang-orang saat itu, dengan
perkataannya: "Wahai Amirul mu'minin, engkau melarang mahar untuk wanita
melebihi 400 dirham?" Umar menjawab: "Benar." Wanita itu
berkata: "Apakah kau tidak mendengar firman Allah:
"...sedang kamu telah
memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah
kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan
mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung)
dosa yang nyata?" (QS. An-Nisaa': 20)
Umar menjawab: "Ya
Allah ampunilah, semua manusia lebih tahu dibanding Umar." Maka Umar pun
meralat keputusannya. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 2/244. Imam Ibnu Katsir mengatakan:
sanadnya jayyid qawi (baik lagi kuat). Sementara Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini menyatakan
hasan li ghairih)
Dan ingatkah bahwa wanita
itu awalnya diciptakan dari tulang apa? Apakah dari tulang tengkorak, dimana
tempat paling tinggi maka memang seharusnya paling dihormati? Atau dari tulang
kering, yang letaknya di bawah, kalau memang wanita biasa diinjak-injak (iya
kaleee -_-' )?
Tapi, wanita itu awalnya
diciptakan dari tulang rusuk, yang kedudukannya terletak di dada dan mudah
dijangkau tangan. Artinya kan wanita memang diciptakan untuk disayangi~ dan
dilindungi~. ya kan, ya kan~? #PLAKK
^^^wait, sumpah buat
tulisan di atas aku hanya mengutip kata-kata kakak tingkatku ==v
Jadi, apa solusi dari
teriakan wanita sekarang yang meminta haknya?? Hanya satu, yaitu Islam. Tapi,
mengapa sekarang walau kita sudah menjadi muslim tapi masih saja terdengar
adanya diskriminasi terhadap wanita? Masih saja ada kasus KDRT? Pemerkosaan? Dan
tidak dihargainya pendapat dari wanita? Kemana Islam yang katanya melindungi,
memuliakan, dan mendengarkan wanita??
Kawan-kawan, kita tidak
bisa melihatnya, karena kemuliaan Islam dapat dilihat hanya ketika Islam
diterapkan seluruhnya. Dan Islam tidak akan pernah bisa diterapkan seluruhnya
tanpa adanya sistem Islam yang diterapkan. Dan sistem Islam tidak akan tegak
tapa adanya suatu institusi berupa Daulah Khilafah Islamiyah.
Maka, ketika wanita
sekarang meminta hak-haknya, apa yang seharusnya mereka perjuangkan? Tidak lain
perjuangkanlah penegakkan Khilafah. Sadarkanlah kawan-kawan kita bahwa yang
mereka butuhkan sebenarnya adalah tegaknya Islam sebagai dasar hukum di dunia,
tegaknya hukum Allah, Yang menciptakan kehidupan.
Bukan justru meminta agar
disetarakan dengan laki-laki. Di hadapan Allah, laki-laki dan perempuan sama
kok kedudukannya, tahu sendiri kan kalau yang membedakan kedudukan seseorang di
hadapan PenciptaNya hanyalah tingkat ketaqwaannya. Dan memang, perempuan
diciptakan dengan tenaga yang tidak sebesar laki-laki, pasti semua orang juga
menyadari hal itu. Bayangkan jika gender memang disetarakan, ketika ada seorang
ibu membawa karung beras, lalu ada seorang laki-laki melihatnya, maka bisa saja
laki-laki tersebut akan berpikir, "ah, kan wanita atau laki-laki sudah
setara sekarang. Berarti itu ibu kuat2 aja, sama kuatnya kayak laki-laki angkut
beras." Penghargaan laki-laki terhadap wanita semakin runtuh!
Tidak sadarkah apabila
manusia mulai menuntut lebih diluar yang telah ditetapkan oleh Allah, disanalah
mereka memulai kebobrokan? Disanalah wanita memulai kebobrokan atas dirinya,
ketika wanita tersebut menganggap syari’at Islam dalam menggunakan kerudung dan jilbab justru
mendiskriminasikan dirinya. Tidakkah mereka berpikir bahwa syari’at yang ditetapkan Allah tersebut adalah
penjagaan kehormatan untuknya? Justru dengan itulah mereka mendapat kebebasan
untuk menjaga dirinya. Lihatlah iklan-iklan sekarang kebobrokannya, yang
menjual wanita. Sebagai contoh, iklan mobil. Mereka lebih menonjolkan wanita
dengan pakaian yang tidak syar’i disana. Untuk apa?
Padahal dalam hal meningkatkan penjualan mobil tidak ada hubungannya dengan
wanita disana.
Wahai para wanita, kaulah
dalang dari setiap pembentukan generasi. Jagalah dirimu, hormati dirimu, dan kenalilah
fitrahmu sebenarnya. Kalau kini kau merasa terdiskriminasi akan hakmu, yang kau
butuhkan adalah Islam. Dan kamu baru bisa merasakan betapa Islam memuliakan
wanita hanya ketika Islam diterapkan secara menyeluruh, dalam Daulah Khilafah.
Maka berjuanglah untuk menegakkannya!
'Wanita adalah tiang negara, apabila wanitanya baik, maka baiklah negara itu, tapi bila wanitanya buruk, maka buruk pulalah negara itu.'' (al-hadist)
Wallahu a'lam bishawwab.
